Udah memasuki hari ke-fafifu dirumah aja, udah 2 bulan gak sih kita harus social distancing dan akhirnya mau gak mau dirumah aja dan membatasi kegiatan kita. Semoga segera berakhir yaa, yang ngantor bisa kembali ngantor, yang jualan jadi tambah laris, dan yang di tingkat akhir bisa wisuda ditahun ini. Ngomong-ngomong social distancing , aku salah satu orang yang bener-bener di kost aja didua minggu pertama pemerintah menetapkan social distancing . Keluar rumah cuma beli bahan-bahan makanan dan selebihnya pulang. Udah gak kemana-mana karena parno sendiri mau keluar. Qodratullah kok bertepatan juga dengan stok skincare yang habis, bener-bener tinggal dipake 2 atau 3x dan udah tinggal check out di sh*pp* tapi situasi sedang tidak kondusif jadi mengurungkan niat untuk membeli dan memutuskan memakai produk-produk seadanya aja. Oiya aku udah 1 tahun tidak berkecimpung didunia perskincarean. Padahal dulu bentar-bentar beli, bosen dikit ganti, lagi ada promo beli. Astagfirulla...
Oke saya mau bercerita flashback tentang PIRNAS tepatnya satu minggu yang lalu. Banyak pelajaran yang bisa saya dapat, bukan hanya tentang ilmu penelitian saja namun cara mengharagai orang, musyawarah, saling mengerti juga bisa didapat, saya lebih mengenal diri sendiri. Banyak deh pokonya susah disebutin satu persatu. Poke miss you deh untuk semua yang telah menjadi teman saya di PIRNAS dan terimakasih juga. Oke, mari kita mulai flashback dan ceritanya. Hari pertama masuk dicampnya PIRNAS (lebihtepatnyapenginapan) adalah hari minggu sekitar pukul 5.30 WITA. Waktu saya datang di Garden, registrasi dan saya tau jika saya nginap di CB sedangkan yang lainnya di Garden. Langsung serasa jeleb. Rasanya itu pingin pulang aja deh, ga jadi ikut atau di Raodah aja biar sekalian pulang kerumah. Habisnya masa gua dipisah sendiri dari rombongan SMP YPK. Yaudh dengn agak berberat hati minggat ke CB, niatnya cuma chek in. Trus kalau ga ada temannya pulang diantar besok pagi lgi. Ternyata ada, nam...
Film dari korea selatan, direalis pada tahun 2008 gtw kapan tepatnya..Ujian menyangkut hidup dan mati, ujian yang sudah diburu waktu dan di taruhkan dengan nyawa. Telat sedikit untuk menjawabnya, satu nyawa akan hilang dengan sangat sadisnya. Ada sekitar 20 siswa yang terjebak dalam permainan maut tersebut, mereka adalah 20 siswa terbaik yang sedang mengikuti pelajaran tambahan untuk menghadapi ujian. Mereka tidak bisa keluar karena seluruh area sekolah yang terkunci dan area sekolah yang kurang mendukung. Mereka akan mati satu persatu sesuai urutan peringkat mereka jika tidak bisa menjawab teka-teki misterius tersebut. Film tersebut terdiri dari beberapa series, tapi Marsa baru nonton sampai yang Death Bell-II. Film yang penuh dengan adegan berdarah-darah.. dan sedikit konyol. Asal mula berasal dari seorang guru yang mw disogok supaya sang murid mendapat nilai bagus. Namun orang tua murid tersebut tidak terima karena satu hal, sehingga orang tua murid tersebut melakukan misi bal...
Hello, sudah sekian lama tidak blogging, kangen? Iya, kangen bercerita padamu siapa saja pembaca yang mampir. Alhamdulillah sekian lama sibuk dengan kegiatan yang sebenarnya gak sibuk-sibuk amat, muehehee (apazeehh). Mungkin karena gak sempat makan, waktu makan lebih dikorbankan untuk tidur ya jadi deh makan sehari cuma sekali, kalo gak dua kali, sukur-sukur tidak kali alhasil sejak 4 hari yang lalu badan deman tenggorokan serik, gws Marsa :D Kurikulum '13 ini jujur saja, berat untuk saya pribadi. Terutama dengan kemampuan saya yang pas-pasan. Bukannya tidak bersyukur atau kurang bersyukur, tapi persaingan semakin ketat gak ada toleransi, yang mau enak sekarang ya tinggal lihat nanti. Jujur aja, saya sendiri masih belum menemukan kemana tujuan hidup saya sendiri, gak ngerti dimana bakat dan minat saya mau bagaimana nanti setelah lulus SMA. Khawatir nantinya tidak bisa menjadi orang sukses, khawatir menjadi pribadi yang tidak memiliki daya saing, khawatir dengan semua kemungkin...
Hello.. sudah sekilan lama tidak membuat jejak tertulis disini. heuheuheuu.. Gak tahu kenapa perbedaan antara SMP dan SMA ini kontras banget, ibarat hitam-putih. Apalagi dengan kurikulum '13 yang dimana siswa-siswa dituntut berperan aktif dalam PBM dan juga non PMB. Capek, capek, capek banget. Sana-sini tugas, sana-sini ulangan, sana-sini pr, ada ajaa sehari yang numpuk tiga ulangan harian sekaligus, belum lagi tugas-tugas yang lain, pening nih kepada inget yang gituan. Apalagi ada guru-guru yang ekstrem ngasih tugas yang baru dikasih kemarin pagi terus dikumpul besok pagi sebelum jam 7, ulangan diluar jam PBM jam 6.15 pagi. Coba deh masih gelap disuruh kesekolah pagi-pagi ulangan, terus guru bidang studinya lupa. Itu rasanyaaaa,,, errggh, sakitnya tuh disiniiii.. Gak kerasa juga, sekarang sudah minggu terakhir sebelum ujian akhir di kelas 1 SMA. Aduh, cenut-cenut lagi nih mikirin semesteran gimana belajarnyaa, gimana ngerjainnya. huaaaaa.... Oke, intinya banyak pengalaman d...
Komentar
Posting Komentar